Tampilkan postingan dengan label Belajar Mengajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belajar Mengajar. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Maret 2016


KONSEP STRATEGI BELAJAR MENGAJAR

Dihubungkan dengan belajar mengajar , strategi biasa diartikan sebagai pola-pola umum kegiatan guru anak didik dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan.
Ada empat strategi dasar dalam belajar mengajar yang meliputi hal-hal berikut:

  1. Mengidentifikasi seta menerapkan spesifikasi dan kualitas perubahan tingkah laku dan kepribadian anak didik sebagai mana yang diharapkan.
  2. Memilih sistem pendekatan belajar mengajar berdasarkan aspirasi dan pandangan hidup masyarakat.
  3. Memilih dan menetapkan prosedur, metode, dan tehnik belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif sehingga dapat dijadikan pegangan oleh guru dalam menunaikan kegiatan mengajarnya.
  4. Menetapkan norma-norma dan batas minimal keberhasilan atau kriteria serta standar keberhasilan sehingga dapat dijadikan pedoman oleh guru dalam melakukan evaluasi hasil kegiatan belajar mengajar yang selanjutnya akan dijadikan umpan balik buat menyempurnakan sistem instruksional yang bersangkutan secara keseluruhan.
Klasifikasi Strategi Belajar Mengajar

Menurut Tabrani Rusyan dkk., terdapat berbagai masalah sehubungan dengan strategi belajar mengajar yang secara keseluruhan diklafikasikan sebagai berikut:
  1. Konsep dasar strategi belajar mengajar
  2. Sasaran kegiatan belajar mengajar
  3. Belajar mengajar sebagai suatu sistem
  4. Kakikat proses belajar mengajar
  5. Entering behavion siswa
  6. Pola-pola belajar siswa
  7. Memilih sistem belajar mengajar
Humanistic Education

Dalam kenyataan tidak bisa disangkal bahwa kemampuan dasar kecerdasan para siswa sangat berfariasisecara individu. Karena itu muncul teori belajar yang menitikberatkan upaya yang membantu siswa agar sanggup memcapai perhujudan dirinya atau self realization sesuai dengan kemampuan dasar dan keunikan yang dimilikinya.

Pengorganisasian Kelompok Kerja

Disarankan pengorganisasian kelompok belajar anak didik sebagai berikut;
  1. N 1. Pada situasi yang ekstrim, kelompok belajar itu mungkin hanya seorang. Untuk peserta yang hanya seorang, metode yang sesuai mungkin konsep belajar mengajar tutorial, pengajaran berprogram, studi individual
  2. N 2-20. Untuk kelompok kecil sekitar dua sampai dua puluh orang, metode belajar bisa diskosi atau seminar. Menggunakan metode klasik.
  3. N lebih dari 40 orang. Persertanya digabung, metode belajarnya adalah kuliah atau ceramah.
Implemental Belajar Mengajar

Proses belajar mengajar adalah suatu aspek dari lingkungan sekolah yang diorganisasi. Lingkungan ini diatur serta diawasi agar kegiatan belajar terarah sesuai dengan tujuan didikan.
Sehubungan dengan hal ini,job description guru dapat implementasi proses belajar mengajar.
  1. Perencanaan instruksi onal, yaitu alat atau media mengarahkan kegiatan organisasi belajar.
  2. Organisasi belajar merupakan usaha menciptakan wadah dan fasilitas-fasilitas atau lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan yang mengandung kemungkina terciptanya proses belajar mengajar.
  3. Menggerakan anak didik yang merupakan usaha memancing, membangkitkan, dan mengarahkan motivasi belajar siswa.
  4. Supervisi atau pengawasan, yakni usaha pengawasan, menunjang, membantu, menugaskan, dan mengarahkan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan perencanaan intruksional yang telah didesain sebelumnya.
  5. Penelitian yang lebih bersifat penafsiran mengandung pengertian yang luas dibandingkan dengan mengukur atau evaluasipendidikan.
Tahapan Pengelolaan Dan Pelaksanaan Proses Mengajar Dapat Diperinci Sebagai Berikut;
  1. Perencanaan
  2. Pengorganisasian
  3. Pengarahan
  4. Pengawasan
Dalam Perumusan Tujuan Instruksional Khusus Perlu Diperhatikan Hal Berikut;

a. Kemapuan dan nilai-nilai apa yang ingin dikembangkan pada siswa
b. Bagaimana mencapai tujuan tiu secara bertahap atau sekaligus
c. Apakah perlu menekankan aspek-aspek tertentu
d. Seberapa jauh tujuan itu dapat memenuhi kebutuhan perkembangan siswa
e. Apakah waktu yang tersedia cukup untuk mencapai tujuan itu

Dalam melayani kegiatan belajar aktif, pengelompokan siswa mempunyai arti tersendiri. Pengelompokan siswa dapat dibedakan;

a. Menurut kesenangan berteman
b. Menurut kemampuan
c. Menurut minat

Perlu diketahui bahwa proses belajar yang bermakna adalah proses belajar yang melibatkan berbagai aktifitas para siswa. Untuk itu guru harus berupaya untuk mengaktifkan kegiatan belajar tersebut . upaya yang dilakukan guru antara lain;

a. Melalui karyawisata
b. Melalui seminar

HAKIKAT, CIRI, DAN KOMPONEN BELAJAR MENGAJAR

Hakikat Belajar Mengajar

Dalam kegiatan belajar mengajar anak sebagai objek, anak adalah sebgai subjek dan objek sebagai objek dari kegiatan pengajaran. Karena itu, inti proses pengajaran tidak lain adalah kegiatan belajar anak didik untuk mencapai suatu tujuan pengajaran. Tujuan pengajaran tentu saja akan dapat tercapai jika anak didik berusaha secara aktif untuk mn belajar mengencapainya. Pada hakekatnya belajar adalah “perubahan” yang terjadi pada diri seseorang setelah berakhir melakukan aktifitas belajar. Walau kenyataannya tidak semua perubahan termasuk kata guri belajar . misalnya, perubahan fisik, mabuk, gila, dan sebagainya.
Ciri-Ciri Belajar Mengajar
Menurut Edi Suardi Sebahai berikut;
  1. Belajar mengajar memiliki tujuan
  2. Ada suatu proses yang direncanakan, didesain untuk mencapi tujuan yang telah ditentukan.
  3. Kegiatan belajar mengajar ditandai dengan satu penggarapan materi yang khusus.
  4. Ditandai dengn aktivitas anak didik.
  5. Dalam kegiatan belajar mengajar, guru berperan sebagai pembimbing.
  6. Dalam kegiatan belajar mengajar dibutuhkan disiplin.
  7. Ada batas waktu.
  8. Evaluasi.
Komponen-Komponen Belajar Mengajar

Sebagai suatu sistem tertentu kegiatan belajar mengajar mengndung sejumlah komponen yang meliputi;
a. Tujuan
b. Bahan pelajaran
c. Kegiatan belajar mengajar
d. Metode
e. Alat
f. Sumber pembelajaran
g. Evaluasi

PENDEKATAN DALAM BELAJAR MENGAJAR

Ketika kegiatan belajar mengajar itu berperoses, guru harus dengan iklas dalam sikap dan berbuat,serta memahami didiknya dengan segala konsekoensinya. Dalam mengajar guru harus pandai menggunakan pendekatan secara arif dan bijaksana, bukan sembarangan yang bisa merugikan anak didik.
Pendekatan individu. Pendekatan individu anak didik tersebut memberikan wawasan kepada guru bahwa strategi harus memperhatikan perbedaan anak didik pada aspek individunya ini. Pada khusus tertentu yang timbul dalam kegiatan belajar mengajar dapat diatasi dengan pendekatan individual. Misalnya, untuk menghentikan anak didik yang suka bicara, dengan cara memisahkan satu anak didik tersebut ketempat terpisah dengan jarak yang cukup jauh. Anak didik yang suka bicara ditempatkan pada anak yang pendiam. Pendekatan individu mempunyai arti yang sangat penting bagi kepentingan pelajaran. Pengelolahan kelas sangat memerlukan pendekatan individu.

Pendektan Kelompok

Hal ini disadari bahwa anak didik adalah sejenis mahluk homo sosial, yaitu mahluk yang berkecenderungan untuk hidup bersama. Anak didik dibiasakan hidup bersama, bekerja sama dalam kelompok, akan menyadari bahwa dirinya ada kekurangan dan kelebihan yang mempunyai kelebihan dengan iklas mau membantu mereka yang mempunyai kekurangan.
Pendekatan Kelompok Ditentukan Beberapa Faktor:
1) Perasaan diterima atau disukai teman-teman.
2) Terikat kelompok.
3) Tehnik mengelompokkan oleh guru.
4) Partisipasi/ keterlibatan dalam kelompok.
5) Menerima tujuan kelompok dan persetujuan dalam mencapainya.
6) Struktur dan sifat kelompok. Sedangkan sifat kelompok itu adalah;
  • Suatu multi personal dengan tingkatan keakraban tertentu.
  • Suatu sistem interaksi.
  • Suatu organisasi atau struktur.
  • Merupakan suatu mutifasi tertentu dan tujuan bersam.
  • Merupakan suatu kekuatan atau standar yang disebut kepribadian.
Pendekatan Bervariasi

Permasalahan setiap anak didik biasanya bervariasi, maka pendekatannya pun menggunakan bervariasi pula. Misalnya anak didik yang tidak disiplin dan anak didik sukia berbicara akan beda pendekatannya berbeda pula cara pendekatannya. Guru tidak bisa menggunaka teknik pemecahan yang sama untuk memecahkan permasalahan yang lain. Kalau pun ada, itu hanya pada kasus tertentu perbedaan dalam teknik pemecahan kasus itulah dalam pembicaraan didekatin dengan “pendekatan bervariasi”

Pendekatan Indukatif
Ada pun yang guru lakukan dalam pendidikan dan pengajaran dengan tujuan untuk mendidik, bukan karena motif-motif lain seperti dendam, gengsi, ingin ditakuti, dan sebagainya.

Pendekatan Pengalaman
Pengalaman adalah guru yang terbaik. Pengalaman adalah guru bisa yang tidak pernah marah.pengalaman adalah guru yang tanpa jiwa. Namun selalu dicari oleh siapa pun juga. Belajar dari pengalaman adalah lebih baik dari pada sekedar berbicara, dan tidak pernah berbuat sama sekali. Belajar adalah kenyataan yang ditunjukkan dengan kegiatan fisik. Meski pengalaman diperlukan dan selalu dicari selama hidup, namun tidak semua penglaman bersifat mendidik.

Pendektan Pembicaraan
Pembicaraan adalah alat pendidikan. Bagi anak yang masih kecil ini sangat diperlukan. Karena dengan pembiasan itulah akhir suatu aktivitas akan terjadi milik anak di kemudin hari. Pembicaraan yang baik akan membentuk suatu sosok manusia yang berkribadian yang baik pula, dan sebaliknya.

Pendektan Emosional
Emosional adalah gejala kejiawan yang ada dalam diri seseorang. Emosi berhubungan dengan masalah perasaan. Sesweorang yangh mempunyai perasaan pasti dapt merasakan sesuatu, baik perasaan jasmani maupun perasan rohani. Pada umumnya perasaan manusia adalah dapat menyesuaikan diri dengan keadaan alam sekitar,seseorang dapat mengikuti serta mengalami, menimbulkan rasa senasib dan sekewajiban sebagai manusia.

Pendekatan Rasioanal
Manusia adalah mahluk hidup yang diciptakan oleh sang maha pencipta yaitu Allah SWT. Manusia adalah mahluk yang sempurnadiciptakan manusia berbeda dengan mahluk lainnya yang diciptakan oleh perbedaan terletak pada akalnya. Dengan kekuatan akalnya manusia dapat membedakan perbuatan yang baik dan mana perbutan yang buruk, mana kebenaran dan mana kedustaan dari sesuatu ajaran atau perbuatan. Keampuahan akal itulah akhirnya dijadikan pendekatan yang disebut pendekatan rasional guna kepentingan pendidikan dan mengajar disekolah.

Pendekatan Fungsional
Pendekatan fungsional yang diterapkan disekolah diharapkan menjambatani harapan tersebut. Untuk memperlicin jalan kearahan itu, tentu saja diperlukan penggunaan metode mengajar.
Beberapa metode mengajar yang diperlukan pertimbangan antara lain;
  1. Metode latihan
  2. Pemberian tugas
  3. Ceramah
  4. Tanya jawab
  5. Demonstrasi
Pendekatan Keagamaan
Pendekatan agama dapat membantu guru untuk memperkecil kerdirnya agama didalam diri siswa, yang pada akhirnya nilai-nilai agama tidak cemoohkan dan di lecehkan, tetapi diyakini, dipahami, dihayati, dan diamalkan selama hayat siswa di kandung badan

lanjutkan di PEMILIHAN DAN PENENTUAN METODE DALAM PENGAJARAN

PEMILIHAN DAN PENENTUAN METODE DALAM PENGAJARAN



Metode Dalam Belajar Mengajar
Dari analisis yang dilakukan, lahirlah pemahaman tentang kedudukan metode sebagai alat motivasi ekstrimsik, sebagai strategi pengajaran, dan sebagai alat buntuk mencapai tujuan.

Pemilihan dan penentuan metode
Pentingnya pemilihan dan penentuan metode meliputi faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan metode pengajaran;
1) Nilai strategi metode
2) Efektifitas penggunaan metode
3) Pentingnya memilih dan menentukan metode
4) Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan metode
  • Anak didik
  • Tujuan
  • Situasi
  • Fasilitas
  • Guru
Macam-Macam Metode Mengajar
Metode-metode yang diuraikan berikut ini;

Metode Proyek
Yaitu cara penyajian pelajaran yang bertitik tolak dari suatu masalah, kemudian dibahas dari berbagai segi yang berhubungan sehingga pemecahannya secara keseluruhan bermakna. Dalam menggunakan metode proyek memiliki kelebihan sebagai berikut.

Kelebihannya
Dapat memperluas pemikiran siswa yang berguna dalam menghadapi masalah hidup
Dapat membina siswa dengan kebiasaan menerapkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam kehidupan sehari-harisecar terpadu

Kekurangan
  1. Kurikulum indonesia yang berlaku saat ini
  2. Emilihan topik unik yang tepat sesuai dengan kebutuhan khusus siswa cukup fasilitas dan sumber belajar yang ldiperlukan bukanlah suatu pekerjaan yang mudah
  3. Bahan belajar serin menjadi luas

Metode Eksperimen
Yaitu cara penyajian pelajaran, dimana siswa melakukan percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri sesuai pelajaran yang diberikan. Metode ini memiliki kelebihan dan kekurangan sebagai berikut;
a. Kelebihan metode eksperimen
  1.  Membuat siswa lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaan.
  2.  Dapat membina siswa untuk membuat terobosan baru denganpenemuan dari hasil percobaannya dan bermanfaat bagi kehidupan manusia.
  3. Hasil percobaan yang berhasil dapat dimanfaatkan untuk kemakmuran umat manusia
b. Kekurangan metode eksperimen
  1. Metode ini lebih sesuai dengan bidangsain dan teknologi.
  2. Metode ini memerlukan berbagai fasilitas peralatan dan bahan yang tidak selalu mudah diperoleh dan mahal
  3. Metode ini menuntut ketelitian, keuletan dan ketabahan
  4. Setiap percobaan tidak selalu berhasil yang diharapkan karena mungkin ada faktor tertentu yang berada diluar jangkauan kemampuan atau pengendalian

Metode Tugas Dan Resitasi

Yaitu metode penyajian bahan di mana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar. Metode ini diberikan karena dirasakan bahan pelajaran terlalu banyak, sementara waktunya sedikit.tugas dan resitasi tidak sama dengan pekerjaan rumah, tapi jauh lebih luas dari itu. Tugas dan resitasi merangsang anak untuk aktif balajar, baik secara individu maupun secara kelompok.
Langkah Yang Harus Diikuti Metodetugas Dan Resitasi
a) Fase pemberian tugas
  • Tugas yang diberikan kepada siswa hendaknya dipertimbangkan
  • Tujuan yang akan dicapai
  • Jenis tugas yang jelas dan tepat sehingga anak mengerti yang diberikan tugas tersebut
  • Sesuai dengan kemampuan siswa
  • Ada petunjuk/ sumber yang dapat membantupekerjaan
b) Langkah pelaksanaan tugas
  • Diberikan bimbingan / pengawasan oleh guru
  • Diberikan dorongan sehingga anak mau belajar
  • Diusahakan/ dikerjakan oleh siswa sendiri, tidak menyuruh orang lain
c) Face mempertanggung jawaban tugas
  • Laporan siswa baik lisan/ tulisan dari pada yang telah dikerjakan
  • Ada tanya jawab diskusi kelas
  • Penilaian hasil pekerjaan siswa baik dengan tes maupun dengannontes / cara lainnya.
  • Kelebihan Dan Kekurangannya
1. Kelebihan
Lebih merangsang siswa dalam melakukan aktifitas belajar mengajar individu ataupun kelompok
Dapat mengembangkan kemandirian siswa diluar pengawasan guru
Dapat membina tanggung jawab dan disiplin siswa

2. Kekurangan
  • Siswa sulit dikontrol
  • Khusus untuk tugas kelompok, tidak jarang yang aktif mengerjakan dan menyelesaikannya adlah anggota tertentu saja
  • Tidak mudah memberikan tugas yang sesuai dengan perbedaan individu siswa
Metode Diskusi

Yaitu cara penyajian pelajaran, dimana siswa diharapkan kepada suatu masalah yang bisa berupa pernyataan atau pertanyaan yang bersifat problematis untuk dibahas dan dipercahkan bersama. Teknik diskusi adalah salah satu teknik belajar mengajar yang dilakukan oleh guru disekolah.
1. Kebaikan dan kekurangan metode ini
  • Memperluas wawasan
  • Mengembangkan sikap menghargai pendapat oranglain
  • Merangsang kreativitas anak didik dalam bentuk ide, gagasan prakarsa, dan terobosan baru dalam pemecahan suatu masalah
2. Kekurangannya
  • Tidak dapat dipakai pada kelompok besar
  • Peserta dapat informasi yang batas
  • Pembicara terkadang menyimpang, sehingga memerlikan waktu yang wajar
Metode Sosiodrama
Pada dasarnya mendramatisasikan tingkah laku dalam hubungan dengan masalah sosial.
Tujuannya sebagai berikut;
  1. Agar siswa dapat menghayati dan menghargai perasaan orang lain
  2. Dapat belajar bagaimana menagi tanggung jawab
  3. Merangsang kelas untuk berfikir dan memecahkan masalah
Kelebihan dan kelemahan metode ini;

a. Kelebihan
  • Siswa melatih dirinya untuk melatih, memahami, dan mengingat isi bahan yang akan didramakan.
  • iswa akan melatih untuk lebih berinisiatif dan berkreatif.
  • Siswa memperoleh kebiasaan untuk menerima dan membagi tangguang jawab dengan sesamanya.
  • Bahasa lisan siswa dapat dibina menjadi bahasa yang baik agar mudah dipahami orang lain.
b. Kelemahan
  • Sebagai besar anak tidak ikut bermain dramamereka menjadi kurang kereatif
  • Memerlukan tempat yang cukup luas, jika tempat bermain sempit menjadi kurang besar

Metode Demotrasi

Yaitu cara penyajian pelajaran denga memeragakan atau mempertunjukkan kepada siswa suatu proses, situasi, atau benda tertentu yang sedang dipelajari, baik sebenarnya ataupuntiruan, yang sering disertakan dengan penjelasan lisan.

a. Kelemahannya
  • Siswa lebih mudah memahami apa yang dipelajari
  • Proses pelajaran lebih menarik
  • Siswa diharapkan untuk aktif mengamati, menyesuaikan antara teoridengan kenyataan, dan mencoba melakukan nya sendiri.
b. Kekurangan
  • Metode ini memerlukan keterampilan guru secara khusus, karena tanpa ditunjukan dengan hal itu, pelaksanaan demoktrasi akan tidak efektif
  • Fasilitas seperti peralatan, tempat, dan biaya yang cukup memadai tidak selalu tersedia dengan baik
  • Demonstrasi memerlukan kesiapan dan perencanaan yang matang di samping memerlukan waktu yang cukup panjang
Metode Problem Solving

Metode pemecahan masalah bukan hanya sekedar metode mengajar, tapi juga merupakan metode berpikir. Penggunaan metode ini mengikuti langkah;
a. Adanya masalah yang jelas untuk dipecahkan
b. Mencari data atau keterampilan yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah tersebut
c. Menetapkan jawaban sementara dari masalah tersebut
d. Menguji kebenaran sementara tersebut

Kelebihan dan kekurangannya
1. Kelebihan
  • Metode ini dapat membuat pendidikan disekolah menjadi lebih relevan dengan kehidupan, khusus nya dengan dunia kerja
  • Proses belajar mengajar melalui pemecahan masalah dapat membiasakan para siswa menghadapi dan memecahkan masalah secara terampil
  • Metode ini merangsang pengembangan kemampuan berfikirsiswa secara kreatif dan menyeluruh
2. Kekurangan
  • Menetukan suasan masalah yang tingkat kesulitannya sesuai dengan tingkat berfikir siswa
  • Dalam proses belajar mengajar mengunakan metode ini memerlikan waktu yang banyak dan sering terpaksa mengambil pelajaran lain
  • Mengubah kebisaan siswa belajar dengan memerdekakan dan berfikir memecah permasalahan sendiri dan kelompok.
lanjutkan di KEBERHASILAN BELAJAR MENGAJAR

KEBERHASILAN BELAJAR MENGAJAR


Suatu proses belajar mengajar tentang suatu bahan pengajaran dinyatakan berhasil apabila memenuhi tujuan instruksional khusus dari bahan tersebut

Indikator keberhasilan
Petunjuk bahwa suatu proses belajar mengajar dianggap berhasil sebagai berikut
  1. Daya serap terhadap bahan pelajaran yang diajarkan mencapai presentasi tinggi, baik secara individu maupun kelompok
  2. Perilaku yang digariskan dalam tujuan pengajaran/ instruksional khusus (TIK) telah dicapai oleh siswa baik secara individu maupun kelompok
Penilaian Keberahasialan
Berdasarkan tujuan dan ruang lingkupnya, tes prestasi belajar dapat digolongkan kedalam jenis penilaian sebagai berikut;
  1. Tes formatif
  2. Tes subsumatif
  3. Tes sumatif
Tingkat Keberahasilan
Tingkat keberhasilan dibagi beberapa tingkatan diantaranya
  1. Istimewa/ maksimal : bahan pelajaran dikuasai keseluruhan
  2. Baik sekali/ optimal : 76% s.d 99% dikuasa oleh siswa
  3. Baik/ minimal : 60% s.d 75% dikuasai oleh siswa
  4. Kurang : kurang 60% dikuasai oleh siswa
Proses Perbaikan
Pelajaran perbaikan biasanya mengandung kegiatansebagai berikut
  1. Mengulang pokok bahan keseluruhan
  2. Mengulang bagian yangkan di kuasai
  3. Memecahkan masalah soal bersama-sama
  4. Memberikan tugas khusus
Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan
Tujuannya adalah pedoman sekaligus sebagai sasaran yang akan dicapai dalam kegiatan belajar mengajar. Tercapainya tujuan sama halnya keberhasilan pengajaran. Tujuan adalah salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar mengajar dalam setiap kalipertemuan kelas.

Kegiatan pelajaran
Yaitu terjadinya interaksi antara guru dengan anak didik dengan bahan sebagai perantaraanya
Bahan dan alat evaluasi
Yaitu suatu bahan yang terterdapat didalam kurikulum yang sudah diperlajari oleh anak didik guna kepentingan ulangan

lanjutkan di PENGGUNAAN MEDIA SUMBER BELAJAR DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR

PENGGUNAAN MEDIA SUMBER BELAJAR DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR


Bila media adalah sumber belajar, maka secara luas media dapat diartikan dengan manusia, benda, ataupun peristiwa yang memungkinkan anak didik memperoleh pengetahuan dan keterampilan. Dapat dipahami bahwa media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan pengajaran,

Macam-macam media

1. Dilihat dari jenisnya
  • Media auditif
  • Media visual
  • Media audiovisual (Audiovisual diam dan Audiovisual gerak)
2. Dilihat dari daya liput
  • Media dengan daya liput luas dan seretak
  • Media dengan liput terbatas oleh ruang dan tempat
  • Media untuk pengjaran individual
3. Dilihat dari bahan pembuatan
  • Media sederhana
  • Media kompleks
Prinsip pemilihan dan penggunaan media
Drs. Sudirman N. (1991) mengemukakan beberapa prinsip pemilihan media pengajaran yang dibaginya kedalam tiga kategori sebagai berikut;
1. Tujuan pembelajaran
2. Karakteristik media pengajaran
3. Alternatif pilihan

Faktor Yang Perlu Diperhatikan Dalam Memilih Media Pengajaran
  1.   Objektivitas
  2.   Program pengajaran
  3.   Sasaran program
  4.   Situasi dan kondisi
  5.   Kualitas trknik
  6.   Keefiktifan dan efisiensi penggunaan
Pengembangan Dan Pemanfaatan Media Sumber
Yaitu alat bantu yang tidak bernyawa, alat ini bersifat netral.
Ada enam langkah yang bisa ditempuh gurupada waktu belajar dengan menggunaka metode media
1. Merumuskan
2. Persiapan guru
3. Persiapan kelas
4. Langkah penyajian pelajaran dan pemanfaatan media
5. Langkah kegiatan belajar siswa
6. Langkah evaluasi belajar siswa

Nana Sudjana (1991) mengemukakan nilai peraktis media pengajaran
a. Dengan media dapat meletakkan dasar-dasar yang nyata untuk berfikir
b. Dapat memperbesar minat dan perhatian siswa untuk balajar
c. Dapat meletakkan dasar untuk perkembangan belajar sehingga hasil belajar bertambah mantap
d. Memberi pengalaman yang nyata dan dapat menumpuhkan kegiatan berusaha sendiri pada setiap siswa
e. Menumbuhkan pemikiran yang teratur dan berkesenimbungan
f. Lebih berfariasi dalam mengajar

BEBERAPA TEKNIK UMPAN BALIK

Memiliki Bentuk Motivasi Yang Akurat
Proses belajar mengajar adalah suatu proses yang dengan sengajar diciptakan untuk kepentingan anak didik. Motivasi mempunyai peran penting bagi setiap anak didik. Apalah artinya anak didik pergi kesekolah tanpa motivasi untuk belajar. Hal yang perlu diketahui oleh guru sebagai berikut;
  1. Membangkitkan dorong kepada anak didik untuk belajar
  2. Menjelaskan secara konkret kepada anak didik apa yang dapat dilakukan tanpa akhir pelajaran
  3. Memberikan ganjaran terhadap presintasi yang dicapai anak didik sehingga dapat merangsang untuk mendaptkan presintasi yang lebih baik di kemudian hari
  4. Membentuk kebiasan belajar yang baik
  5. Membantu kesulitan belajar anak didik secara individual maupun kelompok
  6. Menggunakan metode yang bervariasi
Mentuk Motivasi Untuk Mempertahankan Minat Anak Didik Untuk Belajar
  1. Memberi angka
  2. Hadiah
  3. Pujian
  4. Gerak ubuh
  5. Memberikan tugas
  6. Memberikan ulangan
  7. Mengetahui hasil
  8. Hukuman

MENGEMBANGKAN VARIASI MENGAJAR

Tujuan Variasi Mengajar
Penggunaan variasi terutama di tujukan terhadap perhatian siswa, mitivasi, dan belajar siswa. Tujuan mengadakan variasi dimaksud adalah
  1. Meningkatkan dan memelihara perhatian siswa terhadap relevansi proses belajar mengajar
  2. Memberikan kesempatan kemungkinan berfungsinya motifasi
  3. Membentuk sikap positif terhadap guru dan sekolah
  4. Memberikan kemungkinan pilihan dan fasilitas belajar individual
  5. Mendorong anak didik untuk belajar
Pringsip penggunaan variasi mengajar sebagai berikut;
  1. Dalam menggunakan keterampilan variasi sebagai sebaiknya semua jenis variasi digunakan dan harus menggunakan variasi komponen untuk tiap jenis variasi
  2. Menggunakan variasi secara lancar dan kesenambungan, sehingga moment proses belajar mengajar yang utuh tidak rusak
  3. Menggunakan komponen variasi harus benar terstruktur dan direncanakan oleh guru Bentuk Umpan Balik. Umpan balik tingkah laku yang menyangkut perhatian dan keterlibatan dan umpan balik informasi tentang pengetahuan dan pelajaran

Komponen variasi belajar mengajar dibagi tiga kelompok yaitu;

1. Variasi gaya mengajar
  • Variasi suara
  • Penekanan
  • Pemberian waktu
  • Kontak pandang
  • Gerakan anggota badan (Gesturing)
  • Pindah posisi
2. Variasi media dan bahan ajaran
Memiliki 3 komponen dalam variasi penggunaan media

Variasi media pandang
1. membantu secara konkret konsep berfikir, dan mengurangi respon yang kuarang bermanfaat
2. memiliki secara potensial perhatian anak didik pada tingkat yang tinggi
3. dapat membuat hasil belajar yang riil yang akan mendorong kegiatan mandiri anak didik
4. mengembangkan secara berfikir berkesenambungan, seperti halnya dalm film
5. memberikan pengalamn yang tidak mudah dicapai oleh alat lain
6. menambah frekuensi kerja, lebih dlam dan variasi belajar

variasi media dengar
variasi media taktik
variasi media interaksi

variasi ini memiliki rentang geak dari dua kutub yaitu;
a. anak didik bekerja atau belajar secara bebas tanpa campur tangan dari guru
b. anak didik mendengarkan dengan pasif

PENGELOLAAN KELAS
Yaitu salah satu tugas guru yang tidak pernah ditingkatkan, guru mengelolah kelas ketika ada tugas. Suharsimi Arikunto menegaskan, bahwa kelas yang dimaksud disini adalah kelas dengan sistem pengajaran klasikal dalam pengajaran secara tradisional. Pengertia yang dikemukakan tersebuat adalah pengertian menurut pandangan didaktif. Pandangan menurut umum dibedakan menjadi dua bagian; a). Pandangan segi siswa. b). Pandangan dari segi fisik.

Tujuan pengelolahan kelas
Pengelolahan kelas yang dilakukan oleh guru bukan tanpa tujuan. Karena ada tujuan itulah guru berusaha mengelolah kelas, walau terkadang melelahkan fisikmaupun pikiran dirasakan.
Berbagai pendekatan mengelolah kelas
Pengelolahan kelas oleh guru tidak lain adalah untuk meningkatkan kegairahan belajar anak didik baik secara berkelompok maupun individual. Berbagai pendekatan tersebut sebagai berkut;
  1. pendekatan kekuasaan
  2. pendekatan ancaman
  3. pendekatan kebebasan
  4. pendekatan resep
  5. pendekatan pengajaran
  6. pendekatan perubahan tingkah laku
  7. pendekatan suasana emosi dan hubungan sosial
  8. pendekatan proses klompok
  9. prndekatan elektis atau pluralistik
Prinsip Pengelolahan Kelas
Dalam rangka memperkecil masalah gangguan dalam pengelolahan kelas,prinsip pengelolahan dapat di gunakan. Maka adalah penting bagi guru untuk mengetahui dan menguasai prinsip tersebut dan sebagai berikut;
  1. hangat dan antusias
  2. tantangan
  3. bervariasi
  4. keluwesan
  5. penekanan pada hal yang positif
  6. penamaan disiplin diri
keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal
keterampilan ini berhubungan dengan kompotisi guru dalam mengambil inisiatif dan mengendalikan pelajaran serta aktifitas yang berkaitan dengan keterampilan sebagai berikut;

a. sikap tanggapan
  1.   mengandung secara saksama
  2.   gerak mendekati
  3.   memberikan pernyataan
  4.   memberikan reaksi terhadap gangguan dan ketakacuhan
b. membagi perhatian
  1.   visual
  2.   verbal
c. pemusatan perhatian kelompok
  1.   menberi tanda
  2.   pertanggung jawban
  3.   pengarahan dan petunjuk yang jelas
  4.   penghentian
  5.   penguasaan
  6.   kelancaran
  7.   kecepatan
Keterampilan yang berhubungan dengan pengembangan kondisi belajar yang optimal
keterampilan ini berkaitan tanggapan guru terhadap gangguan anak didik yang berkelanjutan dengan maksud agar guru dapat mengadakan tindakan remedial untuk mengembalikan kondisi belajar yang optimal. Bukan kesalahan profesional guru apabila ia tidak dapat menangani setiap masalah anak didik dalam kelas. Maka guru mesti menggunakan strategi sebgai berikut;
  1.   modifikasi tingkah laku
  2.   pendekatan pemecahan masalah kelompok
  3.   menemukan dan memecahkan tingkah laku yang menimbulkan masalah
Beberapa Masalah Mengelolah Kelas
keanekaragaman masalah perilaku siswa itu menimbulkan beberapa masalah pengelolahan kelas. Menurut Made Pidarta masalah ini berhubungan dengan perilaku siswa antara lain;
  1.   kurang kesatuan, dengan adanya kelompok-kelompok dan pertentangan jenis kelamin
  2.   tidak ada standat perilaku dalam bekerja kelompok misalnya ribut dll.
  3.   Reaksi negatif antara anggota kelompok
  4.   Kelas mentoleransi kekeliruan temannya
  5.   Mudah mereaksi negatif/ terganggu
  6.   Moral rendah
  7.   Tidak mampu menyesuaikan dengan lingkungan yang berubah seperti tugas tambahan.



STRATEGI BELAJAR MENGAJAR
Resum Buku Strategi Belajar Mengajar Karangan Drs. Syaiful Djamarah M.Ag dan Drs. Aswan Zain Edisi Revisi Penerbit Rineka cipta Jakarta

Minggu, 27 Maret 2016


Sobat guru dan adik-adik mahasiswa calon guru, dalam artikel ini saya akan memaparkan tentang kunci dalam membuat proses belajar mengajar menjadi menarik. Dengan mengetahui dan menerapkan kunci ini maka peluang untuk menjadikan proses belajar mengajar menjadi menarik terbuka begitu luas.

Jika kita mau jujur harus kita akui sebagian besar proses belajar mengajar itu membosankan. Hal ini disebabkan banyak hal, mulai minat dan motivasi siswa yang rendah,  karakter guru yang tidak menyenangkan dan metode pembelajaran yang tidak menarik. Dan jika iu dibiarkan kita sebagai guru tidak akan mendapatkan respek dari siswa. Hasilnya siswa tidak akan memperhatikan kita saat mengajar, bahkan tidak jarang siswa yang sengaja membolos karena tidak ingin mengikuti pembelajaran yang kita berikan.
Lantas bagaimana mengatasi masalah tersebut? Jika dilihat dari sumber masalah yang ada maka ada tiga hal yang bisa kita lakukan.
  1. Menjadikan diri kita menjadi pribadi yang menarik untuk siswa
  2. Menggunakan metode pembelajaran interaktif
  3. Mengembangkan minat dan motivasi siswa
Dari ketiga hal tersebut, menurut saya yang paling sulit adalah mengembangkan minat dan motivasi siswa dalam belajar. Terlebih bagi siswa yang memang sudah tidak suka dari awal terhadap mata pelajaran yang kita ampu. Ini bukan pekerjaan mudah, dibutuhkan sebuah pemikiran dan tindakan nyata untuk melakukannya.

Dalam banyak kasus sering saya menjumpai seorang guru yang sudah perfek dalam karakter, sudah menggunakan metode yang interaktif, tapi tetap saja ada beberapa siswa yang tidak tertarik mengikuti kegiatan belajar mengajar. Apa masalahnya? Masalahnya satu, banyak anak-anak kita yang tidak merasa butuh dengan mata pelajaran yang kita berikan. Dan inilah tantangan terberat kita sebagai seorang guru.
Bagaimana solusi mengatasi hal tersebut?

Jadikan siswa merasa butuh dengan pelajaran yang kita sampaikan. Ada beberapa saran yang bisa Anda terapkan
  1. Tunjukkan manfaat nyata dari apa yang kita sampaikan kepada siswa
  2. Tunjukkan dengan contoh-contoh nyata
  3. Tunjukkan kerugian yang akan mereka alami jika menyepelakan apa yang Anda sampaikan
  4. Ajak bicara siswa-siswa yang bermasalah tersebut. Tanya apa keinginan mereka, tanya apa keluhan mereka dan tanya apa yang bisa Anda lakukan untuk membantu mereka.
Demikianlah beberapa saran untuk menjadikan proses belajar menjadi menarik . Meskipun itu tidak mudah, namun saya percaya jika Anda serius melakukannya. Maka hasil baik akan Anda dapatkan.
Bagaimana menurut Anda?

FIISKA SMP

Select Language

Popular Posts

LATIHAN UJIAN NASIONAL