Tampilkan postingan dengan label Kelas 7. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kelas 7. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Agustus 2017

GERAK

Gerak adalah perubahan kedudukan suatu benda dari posisi awal. Benda dikatakan bergerak , jika benda tersebut terhadap titik acuan tertentu mengalami perpindahan atau menempuh jarak.
Berdasarkan lintasannya gerak dibedakan menjadi tiga yaitu:
  1. Gerak lurus yaitu gerak benda dengan lintasan lurus, ex: gerak jatuh bebas.
  2. Gerak melengkung (parabola) yaitu gerak  yang lintasannya melengkung, ex: gerak peluru tembakan, gerak bola yang ditendang melambung.
  3. Gerak melingkar yaitu gerak yang lintasannya berupa lingkaran, ex: gerak benda-benda langit.
JARAK DAN PERPINDAHAN 

Jarak adalah panjang lintasan yang ditempuh benda tanpa memperhatikan arah. Jarak termasuk besaran skalar karena hanya mempunyai nilai saja.

Perpindahan adalah panjang lintasan  yang ditempuh benda dengan memperhatikkan arahnya, atau dengan kata lain perpindahan adalah jarak kedudukan akhir benda terhadap kedudukan awal benda.



Suatu benda bergerak dari A ke B dan terakhir ke C seperti pada gambar diatas. Jarak yang ditempuh benda adalah AB + AC. Sedangkan perpindahan benda adalah AC.


Kelajuan rata-rata

Kelajuan rata-rata adalah hasil bagi jarak total yang ditempuh dengan waktu tempuh. Misal kamu naik bus melakukan perjalanan ke suatu tempat. Jarak 20 kilometer ditempuh dalam waktu 30 menit (setengah jam). Maka dapat kamu hitung kelajuan rata-rata bus sebagai berikut.

V rata-rata = Δs / Δt

Keterangan
v = kelajuan rata-rata (m/s)
Δ s = jarak total (m)
Δ t = waktu tempuh total (s)
Δ = Delta

GERAK LURUS BERATURAN (GLB)
Gerak lurus beraturan adalah gerak suatu benda pada lintasan yang lurus dengan kecepatan konstan.
Maka gerak lurus beraturan kecepatannya dirumuskan:
v = s / t

Keterangan:
v = kecepatan (m/s)
s = jarak (m)
t = waktu (s)
Grafik jarak terhadap waktu dan kecepatan terhadap waktu pada GLB digambarkan sebagai berikut:

 Grafik jarak terhadap waktu

 Grafik kecepatan terhadap waktu










Percepatan

Sebuah mobil yang akan berhenti akan melakukan pengereman sehingga lambat laun kecepatannya akan semakin kecil. Percepatan didefinisikan sebagai perubahan kecepatan setiap satuan waktu. Perubahan kecepatan di sini adalah selisih antara kecepatan akhir dengan kecepatan mula-mula. Jika dibuat rumus matematisnya maka rumus percepatan adalah sebagai berikut:


keterangan:
a = percepatan (m/s2)
vo = kecepatan mula-mula (m/s)
vt = kecepatan akhir (m/s)
t = waktu (sekon)
Persamaan rumus percepatan di atas bisa juga sobat ubah menjadi

vt = vo + at

Jika sebuah benda memulai gerakannya dari kedudukan awal So pada saat t = 0 dan kedudukannya pada saat t adalah s, maka perpindahan yang dialaminya adalah

Δs = s – so
Δs = v rata2 t
V rata2 = 1/2 (Vo + Vt)
Δs = 1/2 (Vo + Vt) t
Δs = 1/2 (Vo + (vo + at)) t

Δs = vo.t + 1/2 at2
s = so + vo.t + 1/2 at2

Contoh gerak dipercepat antara lain:
         -  Gerak benda jatuh bebas
         -  Gerak benda pada bidang miring/lintasan menurun
Contoh gerak diperlambat antara lain:
         -  Gerak vertikal ke atas
         -  Gerak benda pada permukaan kasar
         -  Gerak kendaraan direm

Gerak Lurus Berubah Beraturan

Apa sebenarnya Gerak lurus berubah beraturan (GLBB)? Apa bedanya dengan gerak lurus? Ketika kalian memiliki sebuah bola yang dijatuhkan dari ketinggian tertentu perhatikan bahwa semakin lama kecepatan bola tersebut semakin tinggi. Nah dari contoh bola jatuh tersebut dapat kita ambil kesimpulan:
Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) adalah gerak sebuah benda yang memiliki lintasan lurus dan mengalami perubahan kecepatan yang sama setiap detiknya atau gerak lurus yang mengalami percepatan yang sama.
Gerak lurus sebuah benda yang kecepatannya semakin meningkat seiring bertambahnya waktu disebut gerak lurus dipercepat, sebaliknya jika kecepatannya semakin turun seiring bertambahnya waktu maka disebut gerak lurus diperlambat. Untuk lebih memahami tentang GLBB sobat bisa melakukan percobaan dengan menggunakan ticker timer dan mobil-mobilan berikut ini.

Senin, 21 Agustus 2017

Banyaknya kalor yang dibutuhkan oleh suatu benda untuk menaikkan suhunya sebesar satu satuan suhu disebut .....
A. Kalor jenis
B. Kalor Lebur
C. Kalor laten
D. Kapasitas kalor

Jawaban : A

Kalor lebur adalah banyaknya kalor yang dibutuhkan oleh suatu benda untuk melebur sempurna. Kalor laten adalah banyaknya kalor yang dibutuhkan oleh suatu benda untuk mengubah wujudnya. Kapasitas kalor adalah perbandingan banyaknya kalor yang dibuthkan / dilepas terhadap kenaikan suhu benda.

_________________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________________

Air bermassa 100 gram berada pada suhu 20° C dipanasi hingga mendidih. Jika kalor jenis air adalah 4200 J/kg ° C tentukan jumlah kalor yang diperlukan, nyatakan dalam satuan joule!

A. 33400 joule
B. 33500 joule
C. 33600 joule
D. 34600 joule

Jawaban:  C
 
m = 100 gram = 0,1 kg
c = 4200 J/kg °C
T1 = 20°C
T2 = 100°C

Kalor yang diperlukan:
Q = m x c x Δ T
Q = 0,1 x 4200 x (100−20)
Q = 420 x 80
Q = 33600 joule

_________________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________________

Air bersuhu 20°C dengan massa 200 gram dicampur dengan air bersuhu 90°C bermassa 300 gram. Tentukan suhu akhir campuran! 

A. 61°C
B. 62°C
C. 63°C
D. 64°C

Jawaban: B
 
Data soal:
m1 = 200 gram
m2 = 300 gram
c1 = c2 = 1 kal/gr°C
ΔT1 = t − 20
ΔT2 = 90 − t

Asas pertukaan kalor/asas black
Qlepas = Qterima
m2 x c2 x ΔT2 = m1 x c1 x ΔT1
300 x 1 x (90 − t) = 200 x 1 x (t − 20)
27000 − 300t = 200t − 4000
27000 + 4000 = 300t + 200t
31000 = 500t
t = 31000 / 500
t = 62°C

Sabtu, 29 Juli 2017










Perpindahan kalor dari satu benda ke benda lain dapat melalui tiga cara yaitu konduksi, konveksi, dan radiasi. Adapun pembahasannya seperti berikut.

KONDUKSI
Konduksi adalah perpindahan kalor yang tidak disertai oleh perpindahan partikel zat. Contoh: perambatan panas besi yang dipanaskan ujungnya, maka ujung lain juga ikut panas

KONVEKSI
Konveksi adalah perpindahan kalor yang diikuti oleh perpindahan partikel zat. Contoh: aliran udara di daerah pantai yang menyebabkan adanya angin darat dan angin laut.

RADIASI
Radiasi adalah perpindahan kalor dalam perambatannya tidak membutuhkan medium perambatan. Contoh pancaran sinar matahari ke permukaan bumi.

MATERI SEBELUMNYA

http://fisikaberbagi.blogspot.com/2017/06/kalor.html

http://fisikaberbagi.blogspot.com/2017/07/kalor-kebur-dan-kalor-uap.html

http://fisikaberbagi.blogspot.com/2017/07/asas-black.html
 










Apabila dua benda yang suhunya berbeda dicampurkan aka benda yang memiliki suhu tinggi akan memberikan kalor kepada benda yang suhunya rendah. Setelah terjadi percampuran, suhu kedua benda menjadi sama.

Berdasarkan penjelasan tersebut, diperoleh hukum kekekalan energi yang menyetakan:

Kalor yang dilepas oleh benda bersuhu tinggi akan sama besarnya dengan kalor yang diterima benda lain bersuhu rendah.

Apabila dituliskan dalam sebuah persamaan. maka

Q lepas = Q terima

Hukum kekekalan energi pada pertukaran kalor yang ditunjukkan elalui persamaan di atas, petama kali diukur oleh Joseph Black sehingga lebih dikenal sebagai Asas Black.

MATERI SEBELUM & SELANJUTNYA

http://fisikaberbagi.blogspot.com/2017/06/kalor.html
 http://fisikaberbagi.blogspot.com/2017/07/kalor-kebur-dan-kalor-uap.html
 http://fisikaberbagi.blogspot.com/2017/07/perpindahan-kalor.html








Kalor dapat menyebabkan benda mengalami perubahan wujud. Perubahan wujudnya dapat berupa ketika benda melebur atau benda menguap. Ketika benda melebur, benda memiliki kalor lebur. sementara itu, ketika kalor menguap, benda memiliki kalor uap benda.

Kalor lebur adalah banyaknya kalor yang dibutuhkan untuk mengubah satu satuan massa zat padat menjadi cair pada titik leburnya. kalor lebur menyebabkan berubahan wujud es menjadi air pada suhu 0'C. sebagai contoh kalor lebur es = 80 kalori/gram = 80 kilo kalori/kg =336.000 joule/kg. Persamaan matematis kalor lebur seperti berikut.

Q = m. L

Adapun kalor uap adalah banyaknya kalor yang digunakan untuk menguapkan satu satuan zat pada titik didihnya. Kalor uap menyebabkan terjadinya perubahan wujud air menjadi uap pada suhu 100'C. Kalor uap air =540 kalori/gram = 2.268 kilo joule/kg. Kalor uap apabila ditulisakan dalam persamaan matematis seperti berikut.

Q = m. U
Keterangan:
Q = kalor (kalori) atau (joule)
m = massa es (gram) atau (kg)
L = kalor lebur es (kalori/gram) atau (joule/kg)
U = kalor uap (kalori/gram) atau (joule/kg)

GRAFIK KENAIKAN SUHU TERHADAP KALOR



MATERI SEBELUM & SELANJUTNYA

https://fisikaberbagi.blogspot.co.id/2017/06/kalor.html

http://fisikaberbagi.blogspot.com/2017/07/asas-black.html

http://fisikaberbagi.blogspot.com/2017/07/perpindahan-kalor.html

Senin, 05 Juni 2017







KALOR

Ketika pertengahan abad XVIII, orang masih menyamakan pengertian suhu dan kalor. Pada tahun 1760, Joseph Black mengemukakan bahwa suhu dan kalor meiliki perbedaan. Suhu diartikan sesuatu yang diukur dengan termometer, sedangkan kalor diartikan fluida dari benda panas menuju benda dingin dalam rangka mencapai keseimbangan termal.

Pada tahun 1798, Ilmuwan Amerika Benjamin Thomson meragukan definisi kalor sebagai fluida kalorik. Berdasarkan pengamatannya, Thoson menyimpulkan bahwa kalor bukanlah fluida melainkan usaha yang dilakukan oleh kerja mekanis. Dalam persamaan matematis, kalor dapat dituliskan dalam persamaan berikut.

 

Keterangan:
Q = banyaknya kalor (kalori) atau (joule)
m = massa zat (gram) atau (kg)
c = kalor jenis zat (kal/g'C) atau (joule/kg'C)
deltaT = Perubahan suhu ('C)

satuan dari kalor dala SI adalah koule. Satuan lain dari kalor dalah kalori. Kalori dan joule apabila dikonversikan perhitungannya seperti berikut.

1 kalori = 4,2 joule
1 joule = 0,24 kalori
1 kilo kalori = 4.200 joule

satu kalori didefinisikan sebagai banyaknya kalor yang diperlukan untuk enaikkan suhu 1 gram air sebesar 1'C. Sementara itu, kalor jenis suatu zat adalah banyaknya kalor yang diperlukan oleh suatu zat untuk menaikkan suhu 1 kg zat itu sebesar 1'C.


KAPASITAS KALOR

Banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu yang sama dari benda berbeda pada umumnya nilainya tidak sama. Perbandingan banyaknya kalor yang diberikan terhadap kenaikan suhu benda dinamakan kapasitas kalor.

Kapasitas kalor suatu benda didefinisikan sebagai kemampuan suatu benda untuk menerima atau melepas kalor ketika menaikkan atau menurunkan suhu benda sebesar 1'C atau 1k.
Jika kalor yang dibutuhkan sebesar Q untuk menaikkan suhu sebesar deltaT, maka kapasitas kalor benda adapat dituliskan dalam persamaan:

 

keterangan:
C = kapasitas kalor (J/K)
Q = banyaknya kalor (kalori) atau (joule)
m = massa zat (gram) atau (kg)
c = kalor jenis zat (kal/g'C) atau (joule/kg'C)
deltaT = Perubahan suhu ('C)

No.
Jenis
Bahan
Kalor Jenis
(J/kg 0C)
Kalor jenis
(kal/ kg 0C)
1.
Besi
460
0,1
2.
Aluminium
880
0,21
3.
Tembaga
380
0,09
4.
Timah putih
210
0,05
5.
Perak
230
0,055
6.
Spritus
2.400
0,57
7.
Air
4.200
1
8.
Alkohol
2.400
0,57
9.
Minyak tanah
1.200
0,50


MATERI SELANJUTNYA ...

fisikaberbagi.blogspot.com/2017/07/kalor-kebur-dan-kalor-uap.html
 http://fisikaberbagi.blogspot.com/2017/07/asas-black.html
 http://fisikaberbagi.blogspot.com/2017/07/perpindahan-kalor.html

Jumat, 02 Juni 2017

 

Termometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu. Salah satu prinsip kerja termometer adalah...

A. Pemuaian zat
B. Pemanasan Zat
C. Pemansan raksa
D. Perubahan permukaan

Jawaban: A

Termometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu. Sebenarnya pengukuran menggunakan termometer terjadi secara tidak langsung, yaitu pengukuran tidak pada suhu itu sendiri tetapi dari pengaruh suhu pada beberapa benda fisik dari bahan yang diguunakan dalam termomete yaitu pemuaian zat. Contoh termometer berdasarkan konsep pemuaian adalah termometer badan

____________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________


Termometer Celcius digunakan untuk mengukur suhu air menunjukkan 18'C. Jika diukur dengan termometer Reamur .... 'R

A. 32
B. 18
C. 14,4
D. 12,5

Jawaban : C

 T'R = 4/5 (18)
      = 14,4'R

Jadi suhu air jika diukur dengan termometer Reamur adalah 14,4'R.

____________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________







Perhatikan Tabel dibawah ini !


Jenis Benda
Koefisien
Muai Panjang
Kuningan
0,000019/0C
Tembaga
0,000017/0C
Baja
0,000011/0C
Kaca
0,000009/0C

Jika panjang benda mula-mula sama dan benda-benda tersebut dipanaskan pada suhu yang ama secara bersamaan, aka logam yang pertambahan panjangnya terbesar adalah ....

A. Kuningan
B. Tembaga
C. Baja
D. Kaca

Jawaban : A

Semakin besar koefisien pemuaian, maka bahan tersebut pemuaiannya semakin besar. Jadi, bahan yang paling besar pemuaiannya adalah kuningan.








Pemuaian zat padat dapat dibedakan menjadi pemuaian panjang, pemuaian luas, dan pemuaian volume. penjelasan tentang ketiga pemuaian tersebut sebgai berikut.


PEMUAIAN PANJANG

Batang logam yang dipanaskan akan mengalami pertambahan panajang pada batang tersebut dinamakan peritiwa pemuaian panjang. Pemuaian panjang logam dapat diamati dengan alat yang disebut Musschenbroek. Dengan menggunakan alat tersebut dapat diketahui bahwa pertambahan panjang logam bergantung pada:
  1. Panjang logam/zat mula-mula
  2. Kenaikan suhu, dan
  3. Jenis bahan
Jika diketahui suatu benda dengan panjang awal Lo, koefisien muai panjang α, dan kenaikan suhu Δt, maka pemuaian panjang benda tersebut dapat dihitung dengan rumus berikut.
 
ΔL = Lo.α.Δt

Sedangkan panjang benda setelah memuai adalah sebagai berikut

L = Lo + ΔL

atau

L = Lo {1 + α.Δt)

Jika diketahui suhu awal benda t1 dan suhu akhir benda t2 maka Δt = t2 – t1
Misal diketahui sebatang besi panjangnya 100 cm. Koefisien muai panjang besi 0.000017 /°C. Besi tersebut dipanaskan hingga kenaikan suhunya 200°C. Pertambahan panjang besi tersebut setelah memuai dapat dihitung sebagai berikut.

Lo = 100 cm α = 0,000017 /°C Δt = 200 °C ΔL = Lo. α. Δt = (100).(0,000017)(200) = 0,34 cm

Panjang besi setelah memuai dapat dihitung sebagai berikut.

L = Lo +  ΔL = 100 + 0,34 = 100,34 cm

Untuk lebih paham bagaimana proses terjadinya pemuaian panjang, perhatikan animasi dibawah ini!







PEMUAIAN LUAS

Pengertian pemuaian luas adalah bertambahnya ukuran luas permukaan suatu benda karena perubahan suhu. Jika diketahui suatu benda dengan luas permukaan awal Ao, koefisien muai luas β, dan kenaikan suhu Δt, maka pemuaian luas benda tersebut dapat dihitung dengan rumus berikut.

ΔA = Ao.β.Δt

Sedangkan luas permukaan benda setelah memuai adalah sebagai berikut

A = Ao + ΔL

atau

A = Ao {1 + β.Δt)

Didefinisikan koefisien muai luas adalah dua kali koefisien muai panjang. Jika diketahui koefien muai panjang α, maka  β = 2.α

Misalkan diketahui selembar kaca jendela luasnya 900 cm2. Koefisien muai panjang kaca adalah 0,000009 /°C . Kaca tersebut dipanaskan sehingga kenaikan suhunya 50 °C. Pertambahan luas kaca tersebut setelah memuai dapat dihitung.

Ao = 900 cm2 α = 0,000009 /°C β = 2.α = 2.(0,000009) = 0,000018 /°C Δt = 50 °C ΔA = Ao. β. Δt = (900).(0,000018)(50) = 0,81 cm2

Luas kaca setelah memuai dapat dihitung sebagai berikut.

A = Ao +  ΔA = 900 + 0,81 = 900,81 cm2


PEMUAIAN VOLUME

Pengertian pemuaian volume adalah bertambahnya ukuran volume suatu benda karena perubahan suhu. Jika dietahui suatu benda dengan volume awal Vo, koefisien muai volume γ, dan kenaikan suhu Δt, maka pemuaian volume benda tersebut dapat dihitung dengan rumus berikut.

ΔV = Vo.γ .Δt

Sedangkan volume benda setelah memuai adalah sebagai berikut

V = Vo + ΔV

atau

V = Vo (1 + γ .Δt)

Didefinisikan koefisien muai volume adalah tiga kali koefisien muai panjang. Jika diketahui koefien muai panjang α, maka γ = 3.α

Misalkan diketahui sebuah bola kaca mempunyai volume 10 cm3. Koefisien muai panjang bahan bola kaca itu 0,000005 /°C. Bola kaca tersebut dipanaskan sehingga kenaikan suhunya 5 °C. Pertambahan volume bola kaca setelah memuai dapat dihitung sebagai berikut.

Vo = 10 cm3 α = 0,000005  /°C γ = 3.α = 3.(0,000005) = 0,000015 /°C Δt = 5 °C ΔV = Vo. γ . Δt = (10).(0,000015)(5) = 0,00075 cm3

Volume bola kaca setelah memuai dapat dihitung sebagai berikut.

A = Ao +  ΔA = 10 + 0,00075 = 10,00075 cm3



MATERI SEBELUMNYA

https://fisikaberbagi.blogspot.co.id/2017/06/suhu-dan-pemuaian.html


Suhu adalah derajat panas atau dinginnya suatu benda. Suhu merupakan salah satu bearan pokok. Satuan suhu dalam SI adalah Kelvin (K). Adapun satuan suhu lainnya adalah derajat Reamur (R) , derajat Celcius (C) dan derajat Fahrenheit (F). Satuan suhu tersebut biasanya bertuliskan dalam alat ukur suhu yang dinamakan termometer.

Pinsip kerja dari termometer adalah terjadinya perubahan zat akibat panas. Perubahan tersebut seperti perubahan volume karena adanya peuaian, perubahan warna, atau perubahan nilai hambatan litrik suatu bahan.

Termometer terdiri dari dua bagian, yaitu pipa kecil hampa udara dan zat cair pengisi tabung termometer seperti gambar berikut.

gambar: zahranuraz.blogspot.co.id


Tabung termometer dibuat dari  bahan tembus pandang dan angka pemuaian kecil. Zat cair pengisi tabung termometer harus meiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  1. mempunyai pemuaian yang teratur
  2. mudah dilihat
  3. tidak membasahi dinding
Berdasarkan ciri-ciri diatas, raksa dan alkohol memiliki ciri yang tepat sebagai bahan pengisi termometer. pada umumnya, raksa banyak digunakan untuk termometer dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut dikarenakan selain raksa memiliki ciri-ciri diatas, juga dapat digunakan untuk mengukur suhu dari terendah hingga tertinggi.

Penggunaan skala termometer menggunakan dua titik acuan, yaitu titik tetap bawah dan titik tetap atas. Titik tetap bawah menggunakan es murni yang sedang melebur pada tekanan 1 atmosfer. Titik tetap atas menggunakan air yang mendidih pada tekanan 1 atmosfer.

Bedasarkan skala, terometer dibagi menjadi termometer Reamur, Celcius, Fahrenheit dan Kelvin. Secara garis besar, hubugan antara keempat skala termometer digambarkan sebagai berikut.




gambar: http://www.softilmu.com



Suhu yang diketahui
Suhu yang dicari
Rumus yang digunakan
C
F
F = 9/5 C + 32
F
C
C = 5/9 × (F – 32)
C
R
R = 4/5 C
R
C
C = 5/4 R
R
F
F = 9/4 R + 32
F
R
R = 4/9 × (F – 32)


MATERI SELANJUTNYA

https://fisikaberbagi.blogspot.co.id/2017/06/suhu-dan-pemuaian.html


Senin, 29 Mei 2017




Perhatikan gambar diatas !


Tabel yang menunjukkan sifat yang benar benda-benda pada gambar adalah ....

                        A.

Wujud
Volume
Bentuk

1
Berubah
Berubah

2
Tetap
Tetap

3
Tetap
Berubah


B.


 Wujud
Volume
Bentuk

1
Tetap
Berubah

2
Tetap
Tetap

3
Berubah
Berubah


C.

Wujud
Volume
Bentuk

1
Tetap
Tetap

2
Tetap
Berubah

3
Berubah
Berubah


D.
 
Wujud
Volume
Bentuk

1
Tetap
Tetap

2
Berubah
Berubah

3
Tetap
Berubah



Jawaban : C

Gambar (1) menunjukkan gambar kunci. Kunci merupakan zat padat. Ciri-ciri zat pada yaitu volue dan bentuk selalu tetap.
Gambar (2) menunjukkan gambar air dalam botol. Air termasuk zat cair yaitu volume tetap dan bentuk berubah.
Gambar (3) menunjukkan Asap. Asap merupakan Zat Gas. Zat gas memiliki sifat bentuk dan volumenya selalu berubah-ubah.

Jadi, jawaban yang paling tepat adalah pilihan C

__________________________________________________________________________________
__________________________________________________________________________________
 








Perhatikan tabel beberapa zat padat di bawah ini !


Benda
Massa jenis (g/cm3)
1
0,54
2
0.93
3
1,2
4
2,8

Empat benda yang terdapat pada tabel diatas diletakkan di dalam bejana yang berisi air (massa jenis air = 1g/m^3).
Gambar yang tepat menunjukkan kedudukan benda-benda di air adalah ....



Jawaban : D

Benda 1 dan 2 terapung karena massa jenisnya lebih kecil dari massa jeni air.
Benda 3 melayang karena massa jenisnya sedikir lebih besar dari massa jenis air
Benda 4 tenggelam karena massa jenisnya lebih besar dari massa jenis air.

Jadi, jawaban yang benar adalah pilihan D
__________________________________________________________________________________
__________________________________________________________________________________






Perhatikan gambar dibawah ini! 


Jika massa batu 100 gr. Hitunglah massa jenis batu tersebut dalam satuan gr/cm3 dan dalam satuan kg/m3.
Penyelesaian:
Kita hitung volume batu dengan cara mengurangkan volume air yang sudah berisi batu dengan volume air belum berisi batu.
V.batu = V.sesudah - V.sebelum
V.batu = 100 ml - 50 ml
V.batu = 50 ml

Konversi satuan volume dari ml ke liter (lt) kemudian ke cm3, yakni:
1 lt = 1000 ml => 1 ml = 0,001 lt
1 lt = 1 dm3 = 1000 cm3
1 ml = 1 cm3 
50 ml = 50 cm3

Sekarang hitung massa jenis batu dengan cara membagi massa batu dengan volume batu yakni: 
ρ = m/V
ρ = 100 gr/50 cm3
ρ = 2 gr/cm3

Jika ingin mengubah satuan massa jenis dari gr/cm3 ke kg/m3 tinggal mengalikan 1000, maka:
ρ = 2 gr/cm3 = 2000 kg/m3

Kenapa dikalikan 1000? 
Bisakah Anda buktikan bagaimana caranya mengubah 2 gr/cm3 menjadi 2000 kg/m3 ?
Ayooo...
Ayooo...


FIISKA SMP

Select Language

Popular Posts

LATIHAN UJIAN NASIONAL