Senin, 05 Juni 2017







KALOR

Ketika pertengahan abad XVIII, orang masih menyamakan pengertian suhu dan kalor. Pada tahun 1760, Joseph Black mengemukakan bahwa suhu dan kalor meiliki perbedaan. Suhu diartikan sesuatu yang diukur dengan termometer, sedangkan kalor diartikan fluida dari benda panas menuju benda dingin dalam rangka mencapai keseimbangan termal.

Pada tahun 1798, Ilmuwan Amerika Benjamin Thomson meragukan definisi kalor sebagai fluida kalorik. Berdasarkan pengamatannya, Thoson menyimpulkan bahwa kalor bukanlah fluida melainkan usaha yang dilakukan oleh kerja mekanis. Dalam persamaan matematis, kalor dapat dituliskan dalam persamaan berikut.

 

Keterangan:
Q = banyaknya kalor (kalori) atau (joule)
m = massa zat (gram) atau (kg)
c = kalor jenis zat (kal/g'C) atau (joule/kg'C)
deltaT = Perubahan suhu ('C)

satuan dari kalor dala SI adalah koule. Satuan lain dari kalor dalah kalori. Kalori dan joule apabila dikonversikan perhitungannya seperti berikut.

1 kalori = 4,2 joule
1 joule = 0,24 kalori
1 kilo kalori = 4.200 joule

satu kalori didefinisikan sebagai banyaknya kalor yang diperlukan untuk enaikkan suhu 1 gram air sebesar 1'C. Sementara itu, kalor jenis suatu zat adalah banyaknya kalor yang diperlukan oleh suatu zat untuk menaikkan suhu 1 kg zat itu sebesar 1'C.


KAPASITAS KALOR

Banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu yang sama dari benda berbeda pada umumnya nilainya tidak sama. Perbandingan banyaknya kalor yang diberikan terhadap kenaikan suhu benda dinamakan kapasitas kalor.

Kapasitas kalor suatu benda didefinisikan sebagai kemampuan suatu benda untuk menerima atau melepas kalor ketika menaikkan atau menurunkan suhu benda sebesar 1'C atau 1k.
Jika kalor yang dibutuhkan sebesar Q untuk menaikkan suhu sebesar deltaT, maka kapasitas kalor benda adapat dituliskan dalam persamaan:

 

keterangan:
C = kapasitas kalor (J/K)
Q = banyaknya kalor (kalori) atau (joule)
m = massa zat (gram) atau (kg)
c = kalor jenis zat (kal/g'C) atau (joule/kg'C)
deltaT = Perubahan suhu ('C)

No.
Jenis
Bahan
Kalor Jenis
(J/kg 0C)
Kalor jenis
(kal/ kg 0C)
1.
Besi
460
0,1
2.
Aluminium
880
0,21
3.
Tembaga
380
0,09
4.
Timah putih
210
0,05
5.
Perak
230
0,055
6.
Spritus
2.400
0,57
7.
Air
4.200
1
8.
Alkohol
2.400
0,57
9.
Minyak tanah
1.200
0,50


MATERI SELANJUTNYA ...

fisikaberbagi.blogspot.com/2017/07/kalor-kebur-dan-kalor-uap.html
 http://fisikaberbagi.blogspot.com/2017/07/asas-black.html
 http://fisikaberbagi.blogspot.com/2017/07/perpindahan-kalor.html

Related Posts:

  • GAYA ANTAR PARTIKEL ZAT Gaya antar partikel zat merupakan interaksi antar partikel. Ada dua macam gaya interaksi zat yaitu kohesi dan adhesi KOHESI Kohesi adalah peristiwa terjadinya gaya tarik menarik antar partikel yang sejenis. Besar… Read More
  • ZAT DAN WUJUDNYA Zat dapat diartikan suatu yang memiliki massa dan menempati ruang. Berdasarkan wujudnya zat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu zat padat, zat cair, dan zat gas. perbedaan ketiga jenis zat tersebut seperti berikut: P… Read More
  • CONTOH SOAL ZAT DAN WUJUDNYA Perhatikan gambar diatas ! Tabel yang menunjukkan sifat yang benar benda-benda pada gambar adalah ....                   &nb… Read More
  • SUSUNAN ZAT Susunan zat akan terdiri dari atom, molekul, unsur, senyawa, dan campuran. Atom, molekul, unsur, senyawa dan campuran akan dijelaskan secara singkat pada penjelasan berikut. ATOM DAN MOLEKUL Atom adalah partikel suatu… Read More
  • PERUBAHAN WUJUD ZAT Zat dapat engalami perubahan wujud. secara umum perubahan wujud zat dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu perubahan fisis/fisika dan perubahan kimia. PERUBAHAN FISIS/FISIKA Perubahan fisis atau perubahan fisika dala… Read More

FIISKA SMP

Select Language

Popular Posts

LATIHAN UJIAN NASIONAL